afraid
Sore itu
sepulang sekolah aku berkumpul di perpustakaan sekolah bersama kelompok ku
untuk mempersiapkan tugas kelompok geografi dengan bu sulastri , memang
menyebalkan sekali disaat anak-anak lain sudah pulang kami masih disekolah,
apalagi sore itu gelap sekali karena cuaca mendung dan sepertinya akan hujan
deras.
Bu sulastri
pun dari tadi belum juga datang, padahal seharusnya dia sudah datang dari 40
menit yang lalu, padahal jam sudah menunjukan pukul 5 sore tapi bu sulasrtri belum
datang juga, sore itu pun semakin gelap, dan suasana semakin hening, hanya ada
suara guntur yang selalu bergemuruh keras.
Lalu setelah beberapa menit
kemudian akhirnya bu sulastri pun datang, "haah akhirnya buguru datang juga" kataku dalam hati. Akan tetapi bu sulastri tampak sangat berbeda dari biasanya,ia tampak kedinginan, wajahnya pucat pasi dan
matanya sangat hitam, aku dan temanku hendak menanyakan keadaanya tapi kami
terlalu takut, karena bu sulastri terkenal dengan sifat yang galak, kami pun
mengurungkan niat kami untuk bertanya. Kemudian Bu sulastri menyuruhku untuk
menutup semua pintu dan jendela agar ruangan kelas tidak terlalu dingin.
Setelah
kututup semua pintu dan jendela pun aku kembali duduk di kursi kelasku, tapi
waktu itu bu sulastri tampak aneh, dia tampak murung, dia hanya diam dan tidak berkata apa-apa,
seharusnya dia menjelaskan materi, tapi
sore itu dia hanya diam dan hanya memandangi bagian pojok belakang kelas dengan
mata yang melotot, dan sekali-kali tersenyum sendiri, dan pada saat hanna salah
satu teman kami ijin pergi kekamar mandi pun dia tetap diam, dan Kami pun mejadi takut pada saat itu
karena bu sulastri tampak sangat berbeda dari biasanya.
Sore itu pun
semakin mencengkam, sampai pada akhirnya terdengar suara jeritan perempuan yang
amat keras dari arah kamar mandi, aku dan kelompoku pun langsung bergegas
–gegas berlari menuju sumber suara tersebut dan meninggalkan bu sulastri
didalam kelas, ternyata itu adalah suara hanna yang tampak sangat ketakutan,
dia tampak sedang melihat sesuatu, kami pun langsung bergegas berlari
kearahnya, dan sungguh sangat mengejutkan terhadap apa yang kami lihat, aku
benar-benar tidak percaya dengan apa yang ada didepan kedua mataku, ternyata
didalam kamar mandi terdapat bu sulastri yang sudah tergantung dengan tali putih
dan mulut penuh darah, dia bunuh diri didalam kamar mandi, kami pun sangat
terkejut dan langsung memanggil pihak kepolisian, akan tetapi siapa sosok yang
tadi dikelas kami, kami benar-benar panik pada saat itu, lalu secara tiba-tiba
semua lampu disekolah mati, dan kran yang tadinya hidup secara tiba-tiba juga
mati, kami pun langsung terdiam dan melihat antara satu sama lain, suasana
tiba-tiba menjadi hening , lalu betapa kagetnya kami ternyata bu sulastri sudah
berdiri dibelakang kami, dia terlihat menggenggam pisau belati dan tali warna
putih dengan mata melotot penuh darah, lalu kemudiannn... ( bersambung)
Cerpen by : zakki fuadi
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus