First love (part 2)
Hujan kembali turun sore ini, aku
terpaksa menunggu hujan reda didepan ruang fitnes, kulihat nabila sedang
bersandar ditembok sambil menengadahkan tangannya.
“ ngapain kamu liatin aku? , ucapnya
“ pede
banget sih kamu, siapa juga yang ngeliatin ”, gerutuku
” ya udah
sana pergi, ngga usah ganggu..
“kamu aja
sana, masih ujan gede gini kok..
Nabila justru malah berlari menerjang hujan
yang masih deras, aku kaget , nekad
benar dia.
Sebulan sudah nabila sudah menjadi siswi
baru. Rasa penasaranku tentang siapa sebenarnya nabila semakin memuncak, apa
lagi saat kulihat dilehernya terdapat sebuah kalung liontin.
“
liontinya bagus, dapet dari mana ?” tanyaku
“apa
siiihh, ngga usah gangguin gue dehh..
“iihhh,
siapa yang gangguinn, gue Cuma nanya doang kok?
“ buat
apa nanya-nanya, ini tuh kalung spesial banget, ngga bakal lo dapetin
dimanapun, “ . setelah itu dia langsung bergegas
meninggalkanku.
“ gue yakin banget dia pasti nabila “ ucapku
dalam hati.
Hujan terus
mengguyur banjarnegara hari ini,Kulangkahkan kakiku menuju koperasi, karena
rasa lapar ini sudah hampir mencapai puncaknya. Namun, langkahku terhenti saat
kulihat kerumunan siswa ditaman.
“ pada
liatin apa sih rame banget ? tanyaku pada seorang siswa.
“ itu nabila pingsan
..
“
nabilaa?
Ulangku tak percaya, kuterobos kerumunan itu hingga kudapati nabila sedang
terbaring tak bersdaya, spontan aku langsung bergegas membawanya ke UKS.
Sejam berlalu namun
nabila tidak kunjung sadar, aku menjadi semakin khawatir,sesuai saran dokter,
setelah insiden itu dia langsung dibawa kerumah sakit, entah mengapa aku
menawarkan diri untuk menunggunya, seperti ada perasaan yang sangat mengganjal
setiap aku melihatnya . rintikan air hujan semakin deras membasahi bumi,
bersamaan dengan nabila yang mulai sadarkan diri.
“ kamu ngga papa ? kamu sebenernya kenapa sih
? tanyaku
Beberapa saat
nabila diam, namun aku tetap menunggunya memulihkan kondisinya, sekali lagi ku
pandangi dia, sampai lagi-lagu aku teringat pada sosok masa lalu.
“Sebenernya dulu aku pernah sakit atersia
bilier, tapi sekarang udah enggak kok”
“apa ? kok bisa “?
“sekitar sebulan yang lalu ada orang tua yang
baik bangret mau ngasih hati anaknya buat cangkok hati buat aku, dan untungnya
tubuh aku bisa neriima hati itu”
“kenapa bisa ngasih “? Tanyaku semakin penasaran,
“iyaa, orang anaknya sendiri yang bilang,
kalo dia mau meniggal, katanya dia mau ngedonorin bagian tubuhnya buat orang
yang ngebutuhin,”
Berarti yang donorin itu udah meninggal “?
“yaap, dia sakit apa gitulah aku ngga tau
namanya lupa, kita sempet satu rumah sakit, dia juga dimakamin dibanjar kok,
dia asli sini”
“ apa kamu bilang ? dia asli sini? Namanya
siapa ? rasa penasaranku semakin memuncak.
“namanya sama kaya aku nabila juga, emang
kenapa ?” tanya nabila bingung.
“ngga mungkiiin, jangan bilang kalo namanya
nabila natasya ? “
tanyaku tak percaya,
“iyaa, emangnya kamu kenal “ ? nabila tampak bingung
“ akuu.. akuu sahabatnya dulu...” ucapku terbata-bata
“ jadi kamu riyan yang selama ini nabila ceritain ? tanyanya tak percaya
“ cerita apa ?
“banyaak, yang jelas kamu tu orang yang
spesial banget buat dia”
Ruangan itu kembali hening, aku tak
percaya, sahabat yang selama ini aku
nantikan kedatanganya nyatanya tidak akan pernah lagi bisa kulihat, pantas
asaja setiap kulihat nabila selalu terbayang-bayang nabila sahabatku, hati itu,
yaa, hati itu lah yang membuatku melihat bayangan dari nabila.
Kulihat nabila
mulai meraih sesuatu dari tasnya, “ yaan, ini aku ada sesuatu buat kamu” ucap
nabila sambil memberikan sepucuk surat buatku
Kuraih surat itu , lalu kubaca,butir-butir air
mata mulai mengalir, tak tahan ku menahanya,
Dear riyan
Apa kabar ? aku harap baik-baik aja, waktu kamu baca surat ini, bisa
dipastiin kalo aku udah ngga ada disamping kamu lagi.
Maafin aku yaa, aku ngga bisa nepatin janji aku buat ketemu bareng kamu
lagi,hidup aku udah berakhir yan, tuhan udah pangggil aku buat pulang, kuatin
diri ya.
Maaf juga aku nggak pernah cerita sama kamu tentang penyakit aku, selama
ini aku diem karena aku nggak pengen bikin kamu tambah sedih yaan, aku pengen
kamu ngeliat aku sebagai nabila yang kuat, semangat dan sehat.
Dari dulu sebenernya ada yang mau aku omongin sama kamu,ya tapi ngga
pernah bisa kesampai karena aku sadar aku ngga akan lama hidup didunia ini, aku
sayang sama kamu yaan, lebih dari sayang seorang sahabat, aku yakin kamu pasti
juga ngerasain hal yang sama, sekali
lagi aku minta maaf buat semua kebohongan yang udah aku buat.
Peluk cium
nabila
Tikk tikk, awan
kembali menjatuhkan butiran-butiran air mata langit, memunculkan kesedihan
kembali, aku masih tak percaya dengan kenyataan ini.
Hujan menyimpan
banyak cerita tentang kita, aku tak pernah berharap banyak pada hujan,yang aku
minta hanya jangan sampai hujan pisahkan aku lagi dengan orang yang kusayangui,
karena aku ingin menikmati iindahnya langit setelah hujan bersama dia, orang
yang kucintai.
Huhuhu.. sedih banget ceritanya...
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus